Sebelum menentukan jenis pengobatan untuk penyakit ginjal, dokter akan
memastikan penyebabnya terlebih dulu. Beberapa jenis pengobatan yang bisa
dilakukan untuk mengatasi penyakit ginjal adalah:
Obat-obatan. Dalam mengobati penyakit ginjal, dokter akan memberikan
salah satu obat darah tinggi dari golongan ACE inhibitors (contohnya ramipril,
captopril) atau ARBs (contoh valsartan, irbesartan). Selain mengontrol tekanan
darah, kelompok obat ini juga bisa mengurangi kadar protein di dalam urine.
Hormon erythropoietin (EPO) juga dapat diberikan pada penderita penurunan
fungsi ginjal dengan anemia. Untuk infeksi ginjal dokter akan memberikan
antibiotik selama satu sampai dua minggu.
Prosedur terapi batu ginjal. Batu ginjal yang kecil dan dengan gejala
yang ringan tidak perlu tindakan khusus untuk mengatasinya. Pasien akan
dianjurkan untuk minum 2 sampai 3 L per hari untuk membilas saluran kemih,
diberikan obat penghilang rasa sakit seperti paracetamol atau ibuprofen, serta
diberikan obat untuk melemaskan otot saluran kemih (alpha blocker) sehingga
batu dapat keluar dengan cepat dan tanpa nyeri. Bila batu cukup besar dan
dianggap tidak dapat keluar sendiri, dilakukan beberapa prosedur untuk
mengeluarkan batu dari ginjal, yaitu:
Extracorporeal shock wave lithotripsy (ESWL). Batu dihancurkan menjadi
ukuran yang lebih kecil sehingga dapat dibuang bersama urine dengan menggunakan
gelombang suara yang menghasilkan getaran dari mesin ESWL.
Ureteroscopic Lithotripsy (URS). Melalui metode URS akan dimasukkan
selang yang dilengkapi dengan kamera ke dalam saluran kemih melalui lubang
tempat urine keluar. Kemudian, batu akan dihancurkan dengan alat khusus
sehingga menjadi ukuran yang lebih kecil, agar dapat dikeluarkan lewat saluran
kemih.
Percutaneous Nephrolithotomy (PCNL). PCNL dilakukan dengan mengambil
batu dengan alat khusus yang dimasukkan melalui punggung untuk mencapai ginjal.
Tindakan ini membutuhkan pembiusan (anestesi) umum.
Diet. Ginjal berfungsi untuk menyaring zat limbah tubuh, beberapa
mineral dan cairan. Bila terdapat penurunan fungsi ginjal, sulit bagi ginjal
untuk membuang zat-zat limbah tersebut. Oleh karena itu pola diet yang
sebaiknya dijalani oleh penderita penurunan fungsi ginjal adalah diet rendah
protein dan beberapa mineral seperti natrium, kalium, serta fosfat. Selain itu
penting untuk membatasi asupan cairan, sehingga cairan tidak menumpuk dalam
tubuh.
Tiga cara untuk menggantikan tugas ginjal, yaitu:
Cuci darah atau hemodialisis. Menggunakan mesin yang dihubungkan
dengan pembuluh darah untuk menyaring dan membuang zat yang tidak diperlukan
oleh tubuh di dalam darah. Diperlukan akses di pembuluh darah untuk dihubungkan
ke dalam mesin. Bila diperlukan untuk cuci darah segera, akan dipasang kateter
di pembuluh darah vena di leher, yaitu selang seperti infus yang biasa dipasang
di tangan, namun dipasang pada pembuluh darah besar di leher. Bila cuci darah
dilakukan secara terencana dan untuk jangka waktu yang lama, akan dipasang
akses di lengan atau tungkai dengan menghubungkan pembuluh darah arteri dan
vena, akses ini dinamakan cimino.
Continuous ambulatory peritoneal dialysis (CAPD). Berbeda dengan cuci
darah, CAPD menggunakan selaput pada dinding perut dalam untuk mencuci darah.
Sama halnya dengan cuci darah, CAPD juga membutuhkan akses permanen seperti
selang yang akan dipasang melalui dinding perut. Cairan yang digunakan untuk
mencuci darah akan dimasukkan ke dalam selang tersebut dan didiamkan beberapa
waktu sebelum akhirnya dibuang.
Cangkok ginjal atau transplantasi ginjal. Dilakukan dengan memindahkan
satu ginjal dari donor yang cocok dan ditanamkan ke dalam tubuh penderita.
Sebelum dilakukan transplantasi, akan dilakukan beberapa pemeriksaan untuk
menentukan apakah pasien merupakan kandidat yang baik untuk transplantasi
ginjal. Dan setelah dilakukan cangkok, pasien akan minum sejumlah obat agar
tubuh dapat menerima organ donor. Bila transplantasi sukses, pasien tidak perlu
menjalani terapi pengganti ginjal yang lain.
Penyakit ginjal dapat ditimbulkan oleh diabetes atau hipertensi.
Karena itu, salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mencegah penyakit ginjal
adalah dengan mengendalikan kedua penyakit tersebut. Sebab, jika kadar gula
darah dan tekanan darah tidak terkontrol, maka lama-kelamaan ginjal akan rusak.
Jika mengalami gejala-gejala penyakit ginjal atau memiliki riwayat penyakit
ginjal dalam keluarga, pasien disarankan untuk menjalani pemeriksaan secara
rutin.
<-------Kembali
Jika Artikel ini Bermanfaat
Silahkan Bagikan Ke Keluarga atau Teman Kamu
karena
"BERBAGI ITU INDAH"
Jika Artikel ini Bermanfaat
Silahkan Bagikan Ke Keluarga atau Teman Kamu
karena
"BERBAGI ITU INDAH"
0 comments:
Post a Comment