Monday, March 18, 2019

Gejala Bayi Tidak Cocok Susu Formula dan Tanda-Tandanya


Jika Anda baru saja menyapih anak dengan susu formula, memerhatikan bagaimana reaksi bayi setelah meminum susu itu penting. Bila muncul reaksi yang tidak biasa, kemungkinan bayi memiliki alergi susu formula.

kenali beberapa reaksi alergi susu formula yang mungkin terjadi pada si kecil berikut ini.

Susu formula di pasaran umumnya terbuat dari susu sapi. Sayangnya, tidak semua bayi cocok minum susu dari hewan pemakan rumput ini. Bayi yang alergi susu sapi memiliki kelainan pada sistem kekebalan tubuhnya. Sistem imun yang seharusnya melawan infeksi, memberikan reaksi berlebihan terhadap protein yang terkandung pada susu sapi. Alergi pada susu memang umum terjadi pada anak-anak.

Ketika susu sapi diminum, tubuh akan melepaskan zat kimia seperti histamin untuk melawan protein susu sapi. Histamin yang dikeluarkan oleh tubuh bisa menimbulkan berbagai reaksi pada bayi. Reaksi alergi inilah yang membuat bayi tidak cocok minum susu formula.

Reaksi alergi susu formula bisa diamati dengan jelas. Dilansir dari laman Parents, gejala alergi biasanya akan muncul pada minggu pertama atau dua bulan setelah bayi diberi susu formula. Semakin sensitif imun dengan protein susu sapi (kasein), maka gejalanya akan muncul lebih cepat.

Tanda dan gejala alergi susu formula itu bervariasi. Setiap bayi juga menunjukkan alergi yang berbeda-beda. Apa pun gejalanya, si kecil tentu saja akan terlihat tidak nyaman dan jadi lebih rewel dari biasanya. Bila buah hati Anda tidak cocok dengan susu formula, umumnya mereka akan menunjukkan reaksi alergi, meliputi:

Baca Juga : 
Diet | Bayi | Kulit | Kehamilan | Umum

Sering rewel dan menangis karena sakit perut dan sulit untuk buang air
Buang air jadi lebih sering, berair, lebih bau dari biasanya atau bahkan berdarah
Muncul pembengkakan pada bibir, lidah, atau tenggorokan
Hidung dan mata terus berair
Muncul ruam pada kulit yang bisa menyebar, awalnya muncul di sekitar dahi
Sering kentut atau terdengar suara gemuruh di perut bayi
Pada kasus parah, bayi juga bisa mengalami kesulitan bernapas. Selain itu, wajah akan jadi memerah dan tekanan darah akan menurun. Kondisi ini disebut juga dengan syok anafilaktik, yaitu reaksi fatal karena penyempitan saluran pernapasan.

Kemudian, gejala lain yang mungkin terjadi adalah bayi jadi lebih sensitif dan mudah marah setelah makan. Saat Anda menawarkan botol susu untuk menenangkannya, ia akan menolak dan menangis tidak mau minum.

Mengatasi alergi susu formula pada anak tentu tidak mudah. Terlebih anak yang masih dalam tahap perkembangan sehingga membutuhkan nutrisi dari susu untuk membangun tulang dan gigi. Salah satu cara untuk mengurangi keparahan alergi adalah dengan memberikan ASI eksklusif setidaknya 6 bulan. Kemudian, konsultasi pada dokter atau ahli gizi anak untuk membantu Anda memilih susu formula lainnya yang lebih aman

0 comments:

Post a Comment

Search This Blog

Powered by Blogger.

Kenapa Bulu Kuduk Merinding Saat Cuaca Dingin

Bulu kuduk Anda mungkin berdiri ketika merasa takut atau mendengar cerita horor yang menyeramkan. Namun, banyak orang yang juga mengalamin...